Lebih dari Sekadar Belajar: PACE Fun Learn #3 Hadirkan Ruang Aman bagi Anak dan Orang Tua di Pacitan
Di tengah sibuknya aktivitas sehari-hari, menemukan ruang yang benar-benar aman untuk belajar dan berekspresi bukanlah hal yang mudah. Namun, pada Minggu, 28 Juni 2026 di Pendopo Kecamatan Pacitan akan bertransformasi menjadi ruang hangat tersebut melalui kegiatan PACE Fun Learn #3.
Acara ini tidak hanya edukasi biasa. PACE Fun Learn #3 digelar sebagai jawaban atas kebutuhan keluarga di tengah padatnya aktivitas. Dengan durasi kurang lebih selama tiga jam, dari pukul 07.30 hingga 10.30 WIB, acara ini berhasil memberi pengalaman yang menyenangkan hati anak sekaligus menenangkan pikiran orang tua.
Bagi para peserta, akan diawali dengan pelajaran kehidupan yang berharga melalui materi “Stop Bullying” oleh Forum Genre Kabupaten Pacitan. Anak-anak diajak untuk memahami arti menghargai perbedaan dan berbuat kebaikan. Berikutnya, mereka belajar Bahasa Isyarat bersama Adi Supriyanto, S.Pd., sebagai teman Tuli. Momen ini diharapkan tidak hanya mengajarkan keterampilan dalam berkomunikasi, tetapi juga menanamkan empati terhadap teman-teman Tuli sejak dini.
Kreativitas mereka juga akan tersalur lewat sesi “Berkarya 3D Print Toys“. Pada sesi ini, anak-anak melukis patung hasil cetakan 3D (3D printing), berkolaborasi dengan Mitra Bangun Kreatifa (MBK) dan Bekay 3D Printing.
Terdapat pula kegiatan yang dapat diikuti oleh orang tua. Dalam sesi parenting yang berisi seminar dan konsultasi kesehatan, Vanka Care hadir memberikan ruang aman bagi ayah dan ibu untuk bertanya, berbagi keluh kesah, dan mendapatkan solusi praktis mengenai kesehatan serta pengasuhan.
“Acara hari ini sangat-sangat menyenangkan, saya sangat berharap acara seperti ini dapat digelar kembali dengan kegiatan yang lebih seru lagi.” ungkap Zaenah, salah satu orang tua.
Antusiasme peserta dalam mengikuti Sosialisasi anti-perundungan (Stop Bullying), sesi Bahasa Isyarat, kreasi 3D Print, hingga konsultasi parenting menjadi bukti tingginya kebutuhan akan ruang belajar yang terbuka di masyarakat. Kami berharap momen kebersamaan ini bukan menjadi akhir, melainkan awal dari tumbuhnya empati dan lingkungan keluarga yang lebih sehat di Pacitan.